Monday, January 19, 2015

The New Face of H&M Conscious Exclusive: Olivia Wilde


Courtesy of H&M

Setellah Vanessa Paradis dan Amber Valetta, aktris Olivia Wilde dipilih sebagai brand ambassador lini hijau retailer mode ternama asal Swedia, H&M Conscious Exclusive, karena dedikasinya terhadap gaya hidup berkelanjutan dan aktif dalam isu kemanusiaan.

"Gaya hidup berkelanjutan adalah salah satu passion terbesar saya. Saya bangga menjadi wajah H&M Conscious Exclusive, koleksi yang memperlihatkan sisi stylish dari sustainability," kata Olivia dalam sebuah pernyataan resmi.

Koleksinya sendiri terinspirasi dari kebudayaan Afrika, Asia, dan India baik dalam potongan dan detail, yang tentunya menggunakan material yang ramah lingkungan seperti sutra organik, katun organik, linen organik, Tencel, poliester daur ulang, dan kulit organik. Akan tersedia di 200 toko H&M dan juga dijual secara online mulai 16 April 2015.

Saturday, March 8, 2014


Dari sekian banyak selebriti yang datang di Academy Awards 2014 lalu, diketahui hanya Kellan Lutz dan Olga Kurylenko yang mengadaptasi gaya ramah lingkungan. Olga mengenakan gaun 100% berbahan tekstil organik yang tersedtifikasi rancangan Suzy Amis Cameron, pemenang kompetisi Red Carpet Green Dress, sedangkan Kellan memakai setelan rancangan Jomnarn Dul yang materialnya berupa daur ulang botol plastik.

Pilihan busana yang mereka pakai mungkin bukanlah favorit media dan pemerhati fashion, inisiatif mereka untuk mengenakan pakaian ramah lingkungan harus diacungi jempol. Toh mereka sudah tampak cantik dan ganteng!

Tuesday, February 25, 2014

Interpretasi Zero Waste ala Daniel Silverstein

Untuk pemerhati dan penggemar eco-fashion, mungkin Anda sudah familiar dengan nama Daniel Silverstein. Pria kelahiran New York ini adalah fashion desainer yang ikut berpartisipasi menyelamatkan Bumi dengan prinsip zero waste.

Zero waste yang dimaksud Daniel di sini adalah, memastikan untuk menggunakan seluruh bahan dalam membuat pakaian, tanpa sisa.

"Untuk beberapa teknik pembuatan, memang adanya kain sisa tak terhindarkan, tapi kami tak pernah membuangnya. Jika memang ada kain sisa, kami menggunakannya untuk proyek lain. Kami sedang mengerjakan sebuah karpet dengan menggunakan material sisa. Kami juga mendonasikan material sisa ke desainer-desainer yang hanya ingin mendaur ulang bahan sisa. Kain sisa tak pernah kami buang begitu saja," kata Daniel dalam sebuah wawancara dengan ecouterre.com.

Berikut ini adalah beberapa koleksi Daniel yang dipresentasikan dalam acara Launch NYC Fashion Week beberapa waktu lalu.

Don't you love 'em all?! (Photo: www.danielsilverstein.us)

We can't find any single reason to hate this fabulous piece. (Photo: www.danielsilverstein.us)

Daniel Silverstein himself. (Photo: Getty Images)

Friday, November 1, 2013

Busana Muslim Ramah Lingkungan Ala Nur Zahra

Baru-baru ini, pekan mode terbesar Indonesia Jakarta Fashion Week 2014 yang berlangsung mulai 19 - 25 Oktober lalu sukses digelar di Senayan City, Dari ratusan desainer yang memamerkan koleksinya, yang cukup menarik perhatian adalah brand NurZahra, yang menampilkan koleksi "Folk Solitude".

Dalam show Indonesia Fashion Forward Moslem RTW, NurZahra menghadirkan busana muslim berbahan ringan dan nyaman dipakai dalam palet warna hangat seperti cokelat, biru tua, maroon, hijau, ditambah dengan aksen bunga dan pom-pom bergaya Eropa Timur.

"Kekuatan karakter NurZahra adalah napas universalisme fashion trend yang kami bawakan dalam koleksi-koleksi kami. Cutting-an ciri khas NurZahra memang serba panjang, longgar, dan simpel. Tetapi rancangan kami tetap modern, sophisticated, dan ramah lingkungan yang dapat dipakai semua orang," kata kreator NurZahra, Windri Widiesta Dhari dalam sebuah siaran pers.

Koleksinya kali ini menampilkan busana ready-to-wear seperti loose blouse, jas panjang, blazer, dan celana panjang, serta berbagai scarf dari sutra. NurZahra menggunakan cotton voile sebagai bahan dasar dalam koleksinya ini, yang dipadu dengan teknik pewarnaan shibori dari Jepang untuk menghasilkan warna indigo yang menawan. Undur batik juga dimasukkan, dengan motif-motif seni Islam dan geometris.

Karena mengusung tema universal, meskipun secara total look NurZahra menampilkan busana muslim, namun koleksi-koleksinya juga dapat dipakai para wanita yang tidak berhijab. Berikut ini adalah koleksi-koleksi NurZahra. (Foto: IMAGE.NET)




Desainer NurZahra (kiri)

Friday, April 5, 2013

Eco-Shopping Gallore at Flea Market, Kemang

Untuk pecinta barang-barang vintage dan secondhand (dan juga untuk para pecinta lingkungan), Anda wajib datang ke Flea Market yang diselenggarakan mulai tanggal 5 - 7 April 2013 di La Codefin, Kemang. Event yang sudah digelar sejak tahun 2012 ini punya konsep belanja 'pasar loak' yang menyenangkan.

Dengan moto: "Why do we have to buy a new one if we can reuse it?", Flea Market seolah mengajak kepada pengunjung untuk belanja sambil bertanggung jawab. Think about it, seberapa sering Anda belanja? Seberapa sering baju-baju yang Anda beli terlipat rapi di lemari, tak tersentuh, karena Anda selalu membeli fashion items baru? Nah, dengan ini, Flea Market tidak hanya menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menjual sesuatu, namun sekaligus menyelipkan kampanye bagaimana kita dapat me-reuse dan sharing dengan orang lain.

Event keempat ini terbilang spesial, karena untuk pertama kalinya diadakan Reuse Art Polaroid Exhibition yang merupakan kolaborasi antara Artmedium Store, Idealist Project, dan para seniman Indonesia, dengan konsep "Back to Basic".

To satisfy your shopping spree, akan banyak barang-barang vintage mulai dari fashion items, furnitur,  vinyl, polaroid, mainan, buku, dan masih banyak lagi!

Selain itu Flea Market juga memberikan dukungan kepada para pelaku creativepreneur Indonesia, yang memiliki kreasi unik dan otentik. Mulai dari clothing girly hingga gothic, dari batik hingga edgy look, dari ilustrasi menjadi sebuah kerajinan tangan yang keren, dan masih banyak lagi! Dan tentunya sejalan dengan konsep reuse.

Berikut ini adalah beberapa foto dari Flea Market tahun lalu.





Jadi, siapkan pakaian santai dan nyaman, dan siap berpetualang untuk mencari 'harta karun' Anda di sini!

Foto: Courtesy of Flea Market

Wednesday, April 3, 2013

H&M Luncurkan Lini Eksklusif Ramah Lingkungan

Tak cukup dengan lini ramah lingkungan mereka, Conscious Collection, kini H&M juga meluncurkan koleksi Conscious Exclusive yang menyediakan partywear baik untuk pria dan wanita. Material yang digunakan antara lain kapas organik, poliester daur ulang, poliamida daur ulang, dan Tencel. Koleksi ini akan diluncurkan pada tanggal 4 April 2013 lewat website dan 140 toko mereka di seluruh dunia!

Courtesy of H&M




Tuesday, April 2, 2013

Pesan Hijau dari Hotel Centara, Bangkok, Thailand

Saya mendapatkan foto-foto ini dari rekan kerja saya, Rosihan Nurdin alias Bang Han, yang baru bertugas di Bangkok, Thailand, yang menginap di Centara Hotel. Dari penuturannya, hotel ini berkonsep eco-friendly. Beberapa di antaranya bisa dilihat dari foto-foto di bawah.

Pengunjung yang menginap senantiasa diingatkan (sekaligus diajari) sedikit cara untuk menjadi ramah lingkungan, dengan kartu seperti di atas. Di kartu tersebut dituliskan fakta tentang pemakaian deterjen dan air. Jika Anda ingin petugas cleaning service tidak mencuci sarung bantal Anda, letakkan kartu ini di atasnya.

Begitu juga dengan pemakaian handuk. Sebenarnya kita tidak perlu mengganti handuk setiap hari. Di hotel ini, jika Anda tidak ingin mengganti handuk, Anda bisa menggantungnya di tempat yang sudah disediakan.
Jadi begitulah. Semoga hotel-hotel di Indonesia juga ikut 'tertular'.

Foto: Rosihan Nurdin

Wednesday, October 3, 2012

Kolaborasi Hijau Converse & Missoni

Untuk koleksi terbarunya, Converse tak ingin main-main! Dengan menggandeng Missoni (yang juga baru berkolaborasi dengan Havaianas membuat flip flop ramah lingkungan) lewat "Converse x Missoni Archive Project", lahirlah 20 one-of-a-kind sneakers yang materialnya menggunakan bahan sisa produksi Missoni.

Produk ini diresmikan saat Paris Fashion Week lalu lewat instalasinya di Colette, Paris. Kolaborasi ini sekarang dalam musim keenamnya.

Adalah Gary Card, desainer dan ilustrator asal London yang membuat motif sepatu, termasuk motif monokrom pola zigzag khas rumah mode Italia tersebut.

Produk ini merupakan limited edition, dan tersedia secara ekslusif di Colette dalam ukuran US 5 sampai 12. Atas nama craftsmanship, sepatu yang berwarna cerah dan punya sentuhan ekletik ini dihargai 400 euro per pasang.


Kalau lihat koleksinya, Anda pasti berpendapat sama dengan kami: "Wajib punya!"




Foto: Courtesy of Converse

Sunday, September 23, 2012

Damn! I Love Indonesia Goes Green!

Setelah sukses dengan kampanye "One Tee One Tree" (penggunaan bahan organik pada T-shirt, hangtag daur ulang, dan biji pohon dalam setiap baju organik) pada bulan Maret lalu, Damn! I Love Indonesia kembali membuat aksi hijau dengan meluncurkan "Organic Series" Damn! I Love Green Indonesia (DIGRI) Tote Bag pada bulan Agustus lalu.

Tote Bag ini dipastikan ramah lingkungan, yang terbuat dari bahan dasar cotton kanvas kualitas tinggi--dan sebagai bonus--dengan desain yang modern. Ya, dengan ini, Anda bisa tetap stylish dan merasa lebih baik karena peduli terhadap lingkungan.

Tersedia di gerai-gerai Damn! I Love Indonesia. So, what are you waiting for? Go green makes you feel better. Trust us!


Tote Bag Damn! I Love Green Indonesia (Courtesy of Damn! I Love Indonesia)

Wednesday, September 19, 2012

Poin Penting Vivienne Westwood

Desainer eksentrik asal Inggris, Vivienne Westwood, kembali menjadi pusat perhatian saat show-nya digelar di London Fashion Week. Lewat salah satu labelnya, Red Label, Vivienne menjadikannya sebagai sarana untuk menyuarakan tentang climate change (perubahan iklim).

Vivienne Westwood, Red Label 2013 Spring Collection, London Fashion Week 2012

Dia sendiri tampil mengenakan T-shirt yang bertuliskan 'Climate Revolution' saat finale. Menurutnya, 'perang' melawan perubahan iklim tidak lagi menyangkut si kaya dan si miskin, namun antara si bodoh dan si eco-conscious. Dunia membutuhkan revolusi dan rencana operasi.

Beberapa poin yang digadang-gadangkan Vivienne antara lain:
1. Perubahan dimulai dari penggunaan uangmu. Mungkin Anda bisa menyumbangkan kepada NGO atau badan tertentu. Atau Anda juga bisa membantu dengan cara lain
2. Kualitas vs kuantitas
3. Kurangi membeli, pilih baik-baik, dan jaga supaya awet
4. Buat makanan Anda sendiri
5. Kurangi (dengan drastis!) penggunaan plastik
6. Edukasi dan terus informasikan diri Anda sendiri
7. Pertimbangkan baik-baik jika Anda menginginkan anak, atau tidak. Berkaitan dengan kelangsungan hidup.
8. Berperan aktif dalam event yang berhubungan dengan lingkungan
9. Ikut serta dalam seni dan budaya
10. Berikan ide Anda sendiri.

Sumber: Ecouterre

Plastic Meets Natural Fiber


Apa ini... Plastik? Serat alami? Dibuat handmade oleh suku Aeta, yang merupakan salah satu suku asli Filipina, tempat sampah mini adalah gabungan dari keduanya.

Alam vs buatan manusia bisa menjadi sebuah penjajaran visual yang aneh, yaitu tempat sampah hibrida yang meleburkan cutting-edge vision dengan kerajinan dari pengrajin tradisional. Tempat sampah unik ini dibuat untuk Areaware, yang produk-produknya sendiri kebanyakan modern sekaligus unik dan edgy.

Tempat sampah ini dibuat dengan teknik tenun keranjang tradisional. Rotan yang digunakan berasal dari hutan leluhur--yang sekarang telah dibudidayakan secara komersil, untuk melindungi daerah asli mereka dari para penebang dan perusahaan pertambangan. Karya mereka ini merupakan suatu bentuk dari program fair-trade, untuk memastikan bahwa karya mereka dihargai dengan pantas, sekaligus melindungi kesejahteraan meraka.


Produk ini dihargai $45-55.


Sumber: Ecouterre


Saturday, July 28, 2012

Mungkinkah menjadi Ramadan yang ramah lingkungan?

Bulan Ramadan ini, banyak Muslim yang tidak hanya fokus pada ibadahnya, namun sekaligus berusaha memberikan dampaknya terhadap Bumi. Hal ini penting karena kita sudah tahu banyak tentang efek dari pemanasan global, berkurangnya sumber daya, dan yang paling penting menurunnya akses air bersih di seluruh dunia--yang beberapa tahun belakangan menjadi kekhawatiran terbesar di berbagai negara dunia.

Berdasarkan perintah Allah SWT, para Muslim berpuasa, menahan lapar dan haus (serta hawa nafsu) dari mulai matahari terbit sampai matahari tenggelam selama bulan Ramadan.  Selain puasa, orang Islam di seluruh dunia juga bercita-cita untuk mencapai kepuasan spiritual dan menjadi lebih dekat dengan pencipta-Nya melalui doa-doa, ibadah, membantu sesama, dan refleksi diri. Saat puasa adalah aspek terpenting dari Ramadan, ini juga saat yang tepat untuk lebih menyadari prinsip-prinsip universal dari belas kasih, kasih sayang, dan penghargaan terhadap Bumi sebagai tempat di mana kita tinggal dan memperjuangkan kehidupan yang layak.

Dalam kitab suci Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, bahwa Dia telah menempatkan manusia sebagai "khalifah di Bumi" (Al-Baqarah: 30). Dengan demikian, umat Islam percaya bahwa manusia juga bertugas untuk melindungi, menyayangi, merawat, dan menghormati Bumi dan semua ciptaan Tuhan di dalamnya. Nabi Muhammad SAW berkata, bahwa jika akhir dunia datang ketika kita sedang menanam pohon, maka kita harus melanjutkannya.

Selama bulan suci Ramadan, umat Muslim di Amerika Serikat (AS)  telah menemukan cara untuk membuat Ramadan lebih 'hijau', atau lingkungan yang berkelanjutan, dan mengurangi dampak negatif terhadap Bumi saat berbuka puasa. Ya, saat berbuka memegang peranan penting untuk menjadikan Ramadan lebih ramah lingkungan.

Sepanjang bulan Ramadan, banyak dari umat Islam yang berkumpul bersama keluarga, teman, atau komunitas tertentu untuk berbuka bersama. Bisa dilakukan di masjid, rumah, atau restoran. Sudah banyak Muslim yang menyelenggarakan 'green Iftar' atau bisa dibilang 'zero trash Iftar', yang berusaha memberikan alternatif untuk membuang ratusan piring, gelas, peralatan makan dan minum sekali pakai. Diusahakan, bahwa material yang ada saat berbuka puasa menggunakan bahan yang bisa digunakan kembali (reuse) atau yang dapat didaur ulang (recycle)--dengan tujuan menghindari terlalu banyak sampah.

Beberapa masjid di AS di Virginia Utara, seperti masjid Dar Al Hijrah dan Adams Center, mengajarkan para anggotanya tentang pentingnya kelestarian lingkungan dan juga telah menyiapkan program daur ulang.

Banyak juga Muslim lainnya yang mengambil tindakan sesuai pilihannya sendiri, berjuang untuk hidup seramah lingkungan mungkin dalam kehidupannya sehari-hari. Tidak sedikit yang melakukan anjuran Nabi, bahwa umat Islam hanya mengisi sepertiga perut mereka dengan makanan, dan sepertiga lainnya untuk minuman, dan sepertiga sisanya diisi dengan udara--meminimalisir asupan yang dikonsumsi. Banyak juga yang berupaya untuk menghemat air sampai tetes terakhir, khususnya ketika mengambil air wudhu sebelum beribadah.

Sebagai tambahan untuk menghindari pemborosan makanan dan air, banyak umat Islam yang juga mengambil stok dari harta benda yang dimiliki, dan merenungkan apa yang sebenarnya benar-benar dibutuhkan, dan bagaimana pola konsumsi mereka dapat memberikan dampak pada lingkungan sekitar.

Selanjutnya, satu pertanyaan besar muncul, "Apa poin penting dari berpuasa di bulan Ramadan kalau tindakan dan kata-kata kita tidak berubah?".

Meskipun banyak nilai-nilai spiritual yang berusaha dicapai banyak umat Muslim selama Ramadan, nilai-nilai kesadaran dan keledulian akan lingkungan juga tak kalah penting. 

Sekarang sudah waktunya untuk kita mendorong diri kita sendiri, dan orang-orang yang ada di sekitar kita, untuk menjadi 'pejuang Bumi' dan hidup sebagai individu yang penuh kasih dan menghargai terhadap beragam ciptaan indah Allah SWT di muka Bumi. Sebagai manusia, kita bertanggung jawab untuk lingkungan di sekitar kita, dan kita pun punya kewajiban untuk memberika  perubahan yang lebih baik.

Happy fasting!

Sumber: MidEastPost

Monday, June 25, 2012

Kolaborasi apik Missoni & Havaianas

Missoni + Havaianas

Missoni, luxury brand asal Italia, kembali berkolaborasi dengan brand flip-flops ternama, Havaianas, dalam memproduksi sandal-sandal ramah lingkungan. Setiap pasang dibuat dengan menggunakan bahan karet sisa, termasuk dengan pola zigzag sebagai signature-nya. Sandal yang cocok untuk mengisi koleksi musim panas Anda, juga dilengkapi dengan tas rajut daur ulang Missoni.

Koleksi ini tersedia dalam dua pilihan, yaitu Top untuk pria, dan Slim untuk wanita. Koleksi Slim akan semakin mencerahkan kaki para wanita dengan warna lemon, dengan pola zigzag dengan warna-warna cerah. Bagian sol-nya dilengkapi dengan facelift untuk emberi tampilan lebih langsing dan anggun. Sedangkan para pria akan dimanjakan dengan koleksi Top yang memberikan corak geometris berwarna merah, putih, hitam, dan biru dalam tiap pasang sandalnya. 

Koleksi ini bisa Anda dapatkan dengan harga sekitar 70 - 130 dolar AS. Mengingat Indonesia sedang kering hujan, semoga koleksi ini bisa segera sampai di Indonesia, ya!

Sumber: http://www.venusbuzz.com/archives/23810/missoni-havaianas-2012/

Saturday, May 26, 2012

ESPRIT Luncurkan Koleksi Ramah Lingkungan!


Brand asal Hong Kong ini akhirnya ikut serta (seperti yang dilakukan oleh H&M, Marks & Spencer, serta Topman) dalam membuat koleksi khusus ramah lingkungan, yang diberi nama 'Recycled Collection by Esprit'.

Koleksi yang terdiri dari pakaian kasual dan denim ini menggunakan bahan sisa hasil produksi. Tak hanya itu, proses produksinya pun ramah lingkungan; dengan menggunakan 74% air dan 18% listrik yang lebih sedikit dari proses produksi garmen pada umumnya. Dan berdasarkan perusahaan tersebut, langkah ini berhasil menurunkan gas rumah kaca sampai 54% per item.

Koleksi Esprit ini merupakan hasil kolaborasi dengan Janko lam, pemenang EcoChic design Award tahun 2011. Dengan ini, Esprit ikut 'berperang' untuk mengurangi limbah tekstil dan turut mendukung produksi yang berkelanjutan dalam industri garmen dunia. Dukung!



Foto: Ecouterre

Saturday, April 28, 2012

Shwopping ala Marks & Spencer

Selalu ada perasaan menyenangkan melihat semakin banyak brand yang peduli lingkungan, seperti Marks & Spencer (M&S) yang baru-baru ini membuka toko barunya yang eco-friendly di Brick Land, London Timur. Gedungnya sendiri tertutup oleh tumpukan pakaian-pakaian yang disumbangkan, yang merepresentasikan sejumlah dua juta ton pakaian yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ingrris setiap tahunnya. Dengan berkolaborasi dengan Oxfam dan London College of Fashion, M&S memperkenalkan gagasan "shwopping:" untuk setiap pakaian yang dibeli, M&S mengharapkan para pelanggan untuk menukar salah satu barang dengan merk apapun, yang nantinya akan disumbangkan melalui lembaga Oxfam. Tujuan utamanya adalah untuk "mengumpulkan pakaian sebanyak pakaian yang telah terjual (oleh M&S)". Ide "shwopping" adalah pengurangan limbah. Brand besar asal Inggris yang punya 21 juta pelanggan setiap minggunya, juga tengah meningkatkan beberapa bidang seperti efisiensi energi, packaging, sumber makanan, dan juga konsumsi sumber daya. Other should be inspired!
M&S store at Brick Land, East London (Ecosalon)

Monday, March 5, 2012

Go Green Ala: Dominique Diyose

Foto: Dok. pribadi


"Saya bukan tipe yang ekstrim dalam menjaga lingkungan, tapi yang selalu saya terapkan adalah dengan membuang sampah pada tempatnya. Kalau memang saat itu tidak ada tong sampah, biasanya saya simpan dulu baru saya buang kalau kemudian. Pernah, saya menegur keras om saya sendiri ketika beliau mau buang botol plastik dari dalam mobil. Hahahahaha! Tapi, kadang memang sikap tegas seperti itu diperlukan".

Saturday, December 31, 2011

Bike with style!

Untuk Anda pencinta lingkungan yang hobi bersepeda (dengan mewah), rumah mode asal Italia, Gucci, mengeluarkan dua sepeda terbaru hasil kolaborasi dengan perusahaan sepeda ternama Italia, Bianchi.

Sepeda pertama yaitu berwarna putih, yaitu sepeda jenis single-speed yang cocok untuk dipakai di jalan raya atau bike to work. Sepeda ini juga dilengkapi dengan handle grip berbahan kulit, dan dibanderol seharga $6.200.


Sepeda jenis kedua diperuntukkan untuk Anda yang berjiwa petualang, yaitu sepeda carbon-fiber berwarna hitam yang cocok untuk lintasan off-road. Harga yang ditawarkan untuk sepeda ini adalah $14.000.


Kedua sepeda ini sama-sama punya desain minimalis, serta dilengkapi dengan motif signature Gucci, yaitu garis hijau-merah-hijau. Dan sebagai pelengkap, kolaborasi ini juga dilengkapi dengan beberapa aksesoris seperti tumbler, sarung tangan, dan helm.



Koleksi ini bisa dijumpai di beberapa butik Gucci di Roma, Milan, Paris, London, New York, Los Angeles, Las Vegas, Honolulu, Tokyo, Hong Kong, Seoul, dan Singapura. Sepeda Gucci yang berwarna putih juga sudah tersedia di butik Gucci di Indonesia.

Monday, October 24, 2011

Jadi Pengendara Motor Ramah Lingkungan? Mudah!

Jika Anda adalah seorang pengendara motor, atau Anda berpikir bahwa bermotor adalah hobi atau sarana transportasi, pastinya Anda sudah menyadari bahwa banyak perusahaan yang sudah ‘peka’ terhadap lingkungan. Sekarang juga sudah banyak pengendara motor yang peduli terhadap lingkungan, dan ingin mengimplementasikannya pada kendaraan mereka. Beberapa orang percaya bahwa memilih motor daripada mobil adalah salah satu cara untuk (lebih) peduli lingkungan.

Kenyataannya, sepeda motor bukan berarti ramah lingkungan
Banyak orang yang mengira bahwa motor jauh lebih ramah lingkungan karena ukurannya yang lebih kecil, yang berarti membutuhkan lebih sedikit bahan bakar untuk bisa berjalan. Irit, adalah ide utamanya. Bagaimanapun juga, polusi yang ditimbulkan dari sepeda motor masih ‘berat’

Bagi sebagian bersar perusahaan, fokus pada lingkungan adalah sesuatu yang baru
Mulai tumbuh keprihatinan akan lingkungan dari sisi konsumen sehingga banyak perusahaan sepeda motor menjadi lebih bekerja keras untuk menangani isu yang sedang mereka hadapi ini. Sebagai contoh, hampir semua perusahaan motor memutuskan untuk tidak melanjutkan produksi motor dua tak—yang menyumbangkan polusi lebih besar.

Tidak mudah untuk menjadi pengendara motor yang ramah lingkungan.
Triknya adalah bagaimana menemukan sepeda motor yang didesain untuk orang-orang yang peduli terhadap lingkungan, namun juga punya penampilan dan kecepatan yang Anda butuhkan dari sebuah kendaraan. Sementara itu, gunakan waktu Anda untuk melihat-lihat lebih lama. Biarkan dealer dan perusahaan tahu apa yang benar-benar Anda butuhkan. Sempatkanlah waktu untuk mencari tahu onderdil motor, dan pakailah uang Anda untuk sesuatu yang diproduksi lokal dan berkualitas tinggi sehingga akan tahan lama. Pikirkan juga tentang perjalanan Anda, apakah Anda lebih sering melakukan perjalanan jarak jauh, medium, atau dekat. Sesuaikan dengan modifikasi tertentu sehingga mengurangi dampak buruk untuk lingkungan.

Apapun pilihan sepeda motor Anda, pastikan Anda juga memikirkan tentang asuransi yang tepat untuk kendaraan bermotor Anda. Mementingkan lingkungan bukan berarti Anda melupakan keselamatan diri Anda sendiri kan…

Friday, October 21, 2011

50 Hewan Mati Dibunuh Akibat Ulah Si Pemilik di Ohio

Sebuah kekacauan berubah menjadi tragedy setelah seorang pemilik sebuah peternakan melepaskan hewan-hewan seperti harimau, beruang, dan monyet dari kandang ke masyarakat. Pemilik peternakan, Tery Thompson, kemudian bunuh diri.

Warga diperintahkan untuk tetap tinggal di dalam rumah dan sekolah pun ditutup untuk hari itu, sementara polisi mencari hewan-hewan yang dilepas tersebut. Tragisnya, 49 hewan ditembak mati termasuk 18 harimau Bengal dan 17 ekor singa. Sementara yang masih hidup hanya satu beruang grizzly, dua monyet, dan tiga macan tutul. Satu monyet ditemukan mati dan diasumsikan telah dimakan.

Polisi membela keputusan mereka untuk membunuh—bukannya menangkap sebagian besar hewan karena petugas tidak dilengkapi dengan senapan obat bius dan kalau itu sudah mendekati waktu malam.
Sherrif Matt Lutz mengatakan, “Jika insiden ini terjadi ketika hari masih terang, kemungkinan kami akan mampu berkeliling dan mengendalikan situasi. Namun masalah terbesar kami adalah malam hari. Saat itu kami hanya punya waktu 1 jam sebelum malam dating, dan kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan.

Tak lama kemudian, Jack Hanna (konservasionis) dating dan mencoba menyelamatkan beberapa hewan dengan menembakkan senapan obat penenang. Namun, obat penenang butuh waktu beberapa menit untuk bisa bekerja efektif. Satu harimau (masih) harus dibunuh setelah ditembakkan obat penenang, ketika dia bersikap agresif terhadap dokter hewan yang ada.

Terry Thompson memang punya sejarah panjang tentang ketidakstabilannya dan seringnya dia bersikap kejam pada hewan-hewan. Dia bahkan pernah mengancam akan mengusir hewan-hewannya tersebut karena mendapat kunjungan dari pihak yang menerima laporan bahwa hewan-hewan di peternakan tersebut diperlakukan dengan tidak adil dan kejam.

CNN telah mencatat sejarah panjang tentang penyiksaan dan hukum yang berkaitan dengan hewan. Sangat menyedihkan ketika tahu bahwa tidak ada yang bisa menindak tegas peternakan Terry atau menutup tempat tersebut sebelum tragedy tersebut berlangsung. Hewan-hewan tersebut tidak bersalah namun harus membayar dari apa yang telah dilakukan pemiliknya.

Terry Thompson seharusnya tidak diperbolehkan untuk memiliki hewan-hewan ini, khususnya setelah memperlihatkan tanda-tanda bahwa dia tidak mampu menjaga mereka semua. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi. (Ecorazzi)

Siapa pesepakbola yang paling ramah lingkungan?

Muncul pertanyaan besar, “Adakah para pesepakbola yang menunjukkan minat besar, atau memperlihatkan dirinya terlibat dalam sebuah gerakan yang pro lingkungan?"

Jika diperhatikan beberapa klub ada yang sudaha melakukan kegiatan untuk lingkungan (seperti yang dilakukan Dartford FC dan Charleston Battery’s dengan sepeda bertenaga mesin margarita), namun tidak dengan masing-masing individu dari anggota tim. Selangkah lebih maju, Gary Neville, tahun lalu mengajukan rencana kepada dewan Bolton untuk mendirikan bangunan “earth shelter” ala rumah Teletubbies seluar 8.000 kaki persegi. Rumah ini dilengkapi dengan panel solar dan turbin angin, serta arenya dipisahkan seperti tetesan air yang membentuk kelopak bunga.

Neville mendapat izin untuk meneruskan rencananya itu. “Saya benar-benar memiliki keyakinan dalam hal ini,” katanya. “Emma, istri saya, punya beberapa kekhawatiran ketika saya bilang kalau saya ingin membangun sebuah rumah yang ramah lingkungan. Namun Emma setiap hari harus isi bensin mobil kami dan juga tagihan bulanan pemakaian energy di rumah kami. Saya memutuskan dalam lima tahun bisa menjadi seseorang yang punya pengaruh dalam usaha penghematan energi untuk lingkungan.”

“Ketika proyek ini selesai, masyarakat akan berkesempatan untuk melihatnya, dan berharap mereka semua akan menyukai serta terinspirasi sehingga dapat membawa perubahan dalam kehidupan mereka. Saya bukan tipe manusia pasif yang hanya akan diam ketika melihat suatu masalah. Jika saya merasa yakin tentang sesuatu, saya termotivasi untuk berkontribusi apapun yang saya bisa. Itulah yang banyak membantu karir saya dalam dunia persepakbolaan dan itu juga adalah nilai yang saya selalu terapkan dalam hidup.”

Sayangnya untuk Neville, ada kurang lebih 100 suara lokal yang menyatakan keberatannya tentang dampak dari lanskap bangunan. Pada pertemuan final komite di Bolton Town Hall, menurut laporan dari Daily Telegraph, “Neville menghadapi para demonstran yang memegang plakat, dan duduk di dekat Neville selama 90 menit waktu diskusi.” Akhirnya, dewan menolak usulan Neville.

Mantan rekan setim Neville, Ole Gunnar Solksjaer, juga punya rencana untuk membangun rumah eco-friendly. Dia membeli Moat Cottage di Nether Alderly, Chesire pada tahun 2007. Cottage tersebut diruntuhkan dan dibangun ulang dengan menjadi sebuah mansion dengan konsep ramah lingkungan. “Pembangunan mansion bergaya Skandinavia ini meliputi panel surya, pompa yang dapat menghangatkan kolam renang dengan system siram yang bertekanan rendah”, seperti dilansir Observer tahun 2010.

Selain itu juga ada Moritz Volz, yang menggunakan sepedanya sebagai alat transportasinya menuju tempat latihan di Fulham—walaupun alasannya tidak sepenuhnya berkaitan dengan lingkungan. “Saya tidak tahan dengan antrian dan terjebak macet. Dan ini tidak pernah terjadi dengan sepeda,” katanya. “Saya juga menggunakan produk organik bila memungkinkan, tidak menggunakan tas belanja sekali pakai, dan minum air keran,” tambahnya. (Guardian)