Tentunya mengendarai kendaraan bermotor juga harus punya prinsip hijau dong ya... :)
1. JANGAN memanaskan mobil terlalu lama karena boros bensin. Apalagi mesin mobil-mobil sekarang dirancang untuk cepat panas.
2. JANGAN mengubah kecepatan secara tiba-tiba. Naikkan secara perlahan, dan JANGAN langsung tancap gas begitu mobil dinyalakan. Tunggu kira-kira 5 detik sebelum mencapai 20km/jam. Demikian juga sebaliknya, turunkan kecepatan secara perlahan.
3. Usahakan injak gas seminim mungkin--yg artinya menyetir dengan kecepatan konsisten. Atur pada kecepatan tetap, yaitu 40-50km/jam. Sekalian melatih kesabaran juga lho ini... :) Hindari mengebut atau kebut-kebutan karena konsumsi BBM 30% lebih boros dibandingkan dengan kecepatan normal.
4. Perhatikan tekanan ban mobil. Jika ban kurang angin, kelembaman kendaraan akan menurun, sehingga butuh energi lebih banyak untuk bergerak. Ban yang kurang angin menambah konsumsi BBM hingga 3% menambah emisi gas sampai 5%, dan juga dapat membahayakan pergerakan mobil.
5. Matikan mesin kendaraan kalau sedang menunggu atau berhenti lebih dari 30 detik--yang ternyata.... jika menyalakan kembali mesin faktanya lebih sedikit menghabiskan energi dibanding jika mesin dibiarkan menganggur selama 10 detik.
6. Tukar gigi ke netral kalau akan berhenti di lampu merah. Hal ini juga berlaku untuk mobil matic.
7. Kendarai mobil di gigi tinggi pada kecepatan rendah. Posisi gigi transmisi tinggi lebih hemat BBM lho!
8. Turunkan kecepatan di jalanan yang menanjak.
9. JANGAN isi mobil dengan barang-barang berat karena akan mempengaruhi aerodinamika mobil dan mengurangi efisiensi BBM.
10. Rencanakan rute perjalanan agar BBM tidak terbuang percuma karena terjebak macet ataupun tersesat. Ini antisipasi juga untuk mencegah akselerasi tajam dan mengerem mendadak.
11. Rawat kendaraan secara teratur. Servis rutin jika kendaraan Anda sudah menempuh jarak 5000 km untuk memastikan keadaan mesin tetap dalam kondisi baik.
12. Pakai BBM yg beroktan tinggi. Pembakarannya lebih sempurna dan bersih sehingga lebih hemat dalam jangka panjang.
(Sumber: Hidup Hirau Hijau)
Saturday, August 27, 2011
Thursday, August 11, 2011
The (Bad) Power of Styrofoam
Masih suka pakai styrofoam? Semoga setelah baca ini, jadi lebih bijak dalam penggunaan material yang sering dijadikan sebagai wadah makanan (dan minuman) ini ya..
Styrofoam diciptakan pada tahun 1940-an, dan dianggap sebagai bahan ajaib multifungsi karena punya kualitas isolasi dan kemampuan mengapung. Kata styrofoam sendiri adalah merek dagang untuk barang polystyrene terekstrusi yg diproduksi oleh Dow Chemicals. Bahan ini biasanya digunakan di bangunan dan TIDAK boleh dicampur dengan kemasan makanan.
Styrofoam kini telah menjadi istilah yang sering salah diterapkan ke semua bahan busa polistirena terekstrusi. Materi yang tidak termasuk styrofoam seharusnya disebut busa.
Dan, seperti yg kita tahu, styrofoam punya (banyak) sifat yang (sangat) merugikan lingkungan. Ready to face the truth?
1. NON-BIODEGRADABLE! styrofoam tahan terhadap fotolisis dan peruntuhan bahan oleh proton yang berasal dari sumber cahaya. Ditambah lagi dengan fakta bahwa styrofoam ringan dan mengapung, yang berarti dari waktu ke waktu sampahnya akan mengancam keindahan sekaligus ekosistem pantai (dan laut) serta aliran air. Bahkan, ada pihak yang meramalkan bahwa styrofoam suatu hari nanti akan menjadi komponen utama puing lautan. Oh, NO!
2. NON-DAUR ULANG, karena sifat styrofoam ringan membuatnya tak berharga karena berbentuk kepingan. Selain itu styrofoam juga sulit untuk dikumpulkan karena mudah diterbangkan angin.
3. Styrofoam diproduksi menggunakan HFC (hydrofluorocarbon) yang punya pengaruh negatif pada lapisan ozon dan global warming!
4. Styrofoam mengandung BROMINATED FLAME-RETARDANT, yaitu zat kimia yang menjadikan sebuah produk lebih tahan api, TAPI berpotensi besar mencemari lingkungan.
5. Styrofoam sebagai kemasan makanan BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN. Pemakaian yang kontinyu dan jangka panjang dapat meningkatkan resiko kanker, serta merusak sumsum tulang dan imunitas. Komponen styrofoam (Monomer Stiren) dapat masuk ke dalam tubuh bersama makanan yang dimakan, khususnya saat bersentuhan dengan panas, lemak, dan juga minyak.
Gimana, sudah terbuka kah mata teman-teman tentang penggunaan styrofoam? Jika memang tidak bisa berbuat yang signifikan, bisa kok dimulai dari diri sendiri. First thing to do: KURANGI dan juga usaha untuk MENGHENTIKAN penggunaan styrofoam. It's worth to try, for earth! ☺
Jangan bosan-bosan juga sampaikan ke teman-teman yang lain ya!
Styrofoam diciptakan pada tahun 1940-an, dan dianggap sebagai bahan ajaib multifungsi karena punya kualitas isolasi dan kemampuan mengapung. Kata styrofoam sendiri adalah merek dagang untuk barang polystyrene terekstrusi yg diproduksi oleh Dow Chemicals. Bahan ini biasanya digunakan di bangunan dan TIDAK boleh dicampur dengan kemasan makanan.
Styrofoam kini telah menjadi istilah yang sering salah diterapkan ke semua bahan busa polistirena terekstrusi. Materi yang tidak termasuk styrofoam seharusnya disebut busa.
Dan, seperti yg kita tahu, styrofoam punya (banyak) sifat yang (sangat) merugikan lingkungan. Ready to face the truth?
1. NON-BIODEGRADABLE! styrofoam tahan terhadap fotolisis dan peruntuhan bahan oleh proton yang berasal dari sumber cahaya. Ditambah lagi dengan fakta bahwa styrofoam ringan dan mengapung, yang berarti dari waktu ke waktu sampahnya akan mengancam keindahan sekaligus ekosistem pantai (dan laut) serta aliran air. Bahkan, ada pihak yang meramalkan bahwa styrofoam suatu hari nanti akan menjadi komponen utama puing lautan. Oh, NO!
2. NON-DAUR ULANG, karena sifat styrofoam ringan membuatnya tak berharga karena berbentuk kepingan. Selain itu styrofoam juga sulit untuk dikumpulkan karena mudah diterbangkan angin.
3. Styrofoam diproduksi menggunakan HFC (hydrofluorocarbon) yang punya pengaruh negatif pada lapisan ozon dan global warming!
4. Styrofoam mengandung BROMINATED FLAME-RETARDANT, yaitu zat kimia yang menjadikan sebuah produk lebih tahan api, TAPI berpotensi besar mencemari lingkungan.
5. Styrofoam sebagai kemasan makanan BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN. Pemakaian yang kontinyu dan jangka panjang dapat meningkatkan resiko kanker, serta merusak sumsum tulang dan imunitas. Komponen styrofoam (Monomer Stiren) dapat masuk ke dalam tubuh bersama makanan yang dimakan, khususnya saat bersentuhan dengan panas, lemak, dan juga minyak.
Gimana, sudah terbuka kah mata teman-teman tentang penggunaan styrofoam? Jika memang tidak bisa berbuat yang signifikan, bisa kok dimulai dari diri sendiri. First thing to do: KURANGI dan juga usaha untuk MENGHENTIKAN penggunaan styrofoam. It's worth to try, for earth! ☺
Jangan bosan-bosan juga sampaikan ke teman-teman yang lain ya!
Sunday, July 17, 2011
Let's Be A Green-Traveler!
Apa yang ada di pikiran Anda tentang green-travel? Green-travel itu tidak melulu jalan-jalan ke alam bebas, mengunjungi cagar alam, hutan, pantai ataupun pegunungan lho.. Green-travel juga tidak hanya sebatas ‘green’ destinasinya saja, tapi lebih kepada attitude kita saat mencapai dan selama berada di tujuan wisata tersebut.
Prinsipnya dari green-travel adalah Anda tidak merusak habitat atau lingkungan sekitar di daerah tempat wisata tersebut. Merusak di sini juga termasuk dengan tidak menambah sampah. Jika semua ‘dosa’ ini Anda lakukan, hilanglah esensi dari green-travel.
Jadi, bagaimana cara untuk tetap bisa eco-friendly dalam setiap kegiatan traveling? Berikut beberapa tip dari kami yang (harus) Anda coba! ;)
1. Jika Anda memesan tiket perjalanan secara online, hindari untuk mencetak tiketnya. Lebih baik Anda catat detail beserta kode booking-nya di buku catatan atau ponsel Anda.
2. Jangan lupa juga untuk menyimpan file soft copy-nya. Perilaku seperti ini bisa menghemat kertas lho.. Pasti sudah tahu kan semakin banyak kertas yang dipakai maka akan semakin banyak juga pohon yang akan ditebang untuk dijadikan bahan baku pembuatan kertas.
3. Selalu bawa dustbag/goody bag/reusable bag saat bepergian. Sudah banyak tas-tas yang terbuat dari parasut tipis (atau bahan-bahan lainnya) sehingga bisa dengan mudah Anda lipat diselipkan di dalam tas Anda. Jadi, barang-barang belanjaan bisa dimasukkan ke dalam tas Anda. Tidak perlu lagi deh kantong pkastik atau kantong kertas dari si penjual.
4. Supaya packing jadi ringkas, pindahkan sabun atau shampoo cair ke dalam wadah yang lebih kecil dari botol bekas kosmetik. Jangan lupa untuk cuci bersih dulu ya. Dengan begini, Anda akan terhindar dari pembelian sabun atau shampoo dalam kemasan, khususnya shampoo sachet. Barang-barang seperti ini malah akan menambah jumlah sampah plastik di lokasi wisata.
5. Selain memakai alas kaki yang nyaman, pilih juga yang mudah dibersihkan. Bahan jelly atau karet bisa menjadi alternatif karena bahan ini mudah untuk dibersihkan. Semakin mudah dibersihkan maka Anda akan semakin dapat menghemat air (serta sabun tentunya!).
6. Biasakan simpan 1 (satu) kantong plastik di saku atau tas saat Anda meninggalkan penginapan. Ini akan membantu mencegah Anda untuk membuang sampah sembarangan.
7. Biasakan juga membuang sampah dengan membedakan jenisnya, seperti sampah kering dan sampah basah. Dengan melakukan ini Anda dapat memudahkan petugas kebersihan dalam mendaur ulang sampah.
8. Sah-sah saja jika Anda membawa tisu saat traveling karena alasan praktis, namun jangan lupa juga untuk membawa handuk kecil atau sapu tangan. Hemat tisu sama dengan salah satu usaha Anda untuk menyelamatkan pohon.
9. Bawalah wadah makanan. Saat Anda membeli makanan, Anda bisa menghindari penggunaan plastik, bungkus kertas, atau sterofoam yang terkenal sangat sulit untuk didaur ulang. Plus, bawa juga tumbler atau wadah minum yang bisa Anda isi ulang. So, say goodbye to botol minum kemasan!
10. Jangan meninggalkan jejak apapun di tempat wisata dari mulai sampah hingga polusi karbon. Kalau meninggalkan jejak foto sih, wajib!
11. Jangan memberikan makanan kepada hewan-hewan yang kebetulan ada di tempat wisata. Ini bisa mengakibatkan ketergantungan dan sikap agresif kepada pengunjung.
So, that’s all folks. Jangan lupa untuk dipraktikkan ya!
Sumber: Nyanyu Partowiredjo, Republika
Prinsipnya dari green-travel adalah Anda tidak merusak habitat atau lingkungan sekitar di daerah tempat wisata tersebut. Merusak di sini juga termasuk dengan tidak menambah sampah. Jika semua ‘dosa’ ini Anda lakukan, hilanglah esensi dari green-travel.
Jadi, bagaimana cara untuk tetap bisa eco-friendly dalam setiap kegiatan traveling? Berikut beberapa tip dari kami yang (harus) Anda coba! ;)
1. Jika Anda memesan tiket perjalanan secara online, hindari untuk mencetak tiketnya. Lebih baik Anda catat detail beserta kode booking-nya di buku catatan atau ponsel Anda.
2. Jangan lupa juga untuk menyimpan file soft copy-nya. Perilaku seperti ini bisa menghemat kertas lho.. Pasti sudah tahu kan semakin banyak kertas yang dipakai maka akan semakin banyak juga pohon yang akan ditebang untuk dijadikan bahan baku pembuatan kertas.
3. Selalu bawa dustbag/goody bag/reusable bag saat bepergian. Sudah banyak tas-tas yang terbuat dari parasut tipis (atau bahan-bahan lainnya) sehingga bisa dengan mudah Anda lipat diselipkan di dalam tas Anda. Jadi, barang-barang belanjaan bisa dimasukkan ke dalam tas Anda. Tidak perlu lagi deh kantong pkastik atau kantong kertas dari si penjual.
4. Supaya packing jadi ringkas, pindahkan sabun atau shampoo cair ke dalam wadah yang lebih kecil dari botol bekas kosmetik. Jangan lupa untuk cuci bersih dulu ya. Dengan begini, Anda akan terhindar dari pembelian sabun atau shampoo dalam kemasan, khususnya shampoo sachet. Barang-barang seperti ini malah akan menambah jumlah sampah plastik di lokasi wisata.
5. Selain memakai alas kaki yang nyaman, pilih juga yang mudah dibersihkan. Bahan jelly atau karet bisa menjadi alternatif karena bahan ini mudah untuk dibersihkan. Semakin mudah dibersihkan maka Anda akan semakin dapat menghemat air (serta sabun tentunya!).
6. Biasakan simpan 1 (satu) kantong plastik di saku atau tas saat Anda meninggalkan penginapan. Ini akan membantu mencegah Anda untuk membuang sampah sembarangan.
7. Biasakan juga membuang sampah dengan membedakan jenisnya, seperti sampah kering dan sampah basah. Dengan melakukan ini Anda dapat memudahkan petugas kebersihan dalam mendaur ulang sampah.
8. Sah-sah saja jika Anda membawa tisu saat traveling karena alasan praktis, namun jangan lupa juga untuk membawa handuk kecil atau sapu tangan. Hemat tisu sama dengan salah satu usaha Anda untuk menyelamatkan pohon.
9. Bawalah wadah makanan. Saat Anda membeli makanan, Anda bisa menghindari penggunaan plastik, bungkus kertas, atau sterofoam yang terkenal sangat sulit untuk didaur ulang. Plus, bawa juga tumbler atau wadah minum yang bisa Anda isi ulang. So, say goodbye to botol minum kemasan!
10. Jangan meninggalkan jejak apapun di tempat wisata dari mulai sampah hingga polusi karbon. Kalau meninggalkan jejak foto sih, wajib!
11. Jangan memberikan makanan kepada hewan-hewan yang kebetulan ada di tempat wisata. Ini bisa mengakibatkan ketergantungan dan sikap agresif kepada pengunjung.
So, that’s all folks. Jangan lupa untuk dipraktikkan ya!
Sumber: Nyanyu Partowiredjo, Republika
Thursday, July 7, 2011
Bercinta Juga Harus Ramah Lingkungan!
Green sex is good!
Ketika Anda dihadapkan pada kondisi ini, pasti banyak dari Anda yang melupakan prinsip-prinsip eco-friendly (atau bahkan tidak tahu sama sekali?). Coba deh beberapa tips dari kami! Dengan pasangan resmi Anda ya pastinya….
1. Kondom. Yes? No?
Sah-sah saja jika Anda memilih untuk menggunakan kondom sebagai pencegah kehamilan. Tapi jangan buang bekasnya ke dalam toilet. Buang saja di tempat sampah. Kondom terbuat dari latex yang berasal dari pohon karet. Jadi, pertimbangkan jika Anda mau menggunakan kondom. Dan semua orang pun sepertinya tahu, bahwa akan lebih baik jika dilakukan tanpa kondom kan…
2. Perlukah minyak pelumas?
Beberapa minyak pelumas mengandung petroleum dan parabens, yang pastinya Anda tidak akan mau jika zat-zat tersebut menyentuh organ intim Anda. Sekarang sudah banyak kok produk yang ramah lingkungan tanpa menggunakan material tersebut.
3. Di rumah saja..
Berpikir untuk melakukannya di hotel? Tidak masalah. Namun apakah Anda tahu bahwa ketika Anda menginap di hotel, Anda rata-rata akan menghasilkan 8kg karbon dioksida? Lebih baik lakukan di rumah. Anda bisa kok sedikit mendekorasi kamar untuk suasana baru yang lebih romantis..
4. Matikan lampu!
Supaya tidak membuang energi, matikan lampu saat bercinta. Jika memang Anda menginginkan suasana yang terang, lakukan saja di siang hari. Alternatif lain? Gunakan saja lilin, sekaligus yang ada aroma therapy-nya…
5. Hati-hati memilih sex toys
Acara bercinta Anda dijamin akan lebih menyenangkan! Tapi yang harus Anda perhatikan adalah bahan-bahan mainan tersebut, apakah terbuat dari silikon, plastik, atau metal yang justru bisa berbahaya bagi Anda (dan pasangan) atau tidak.
6. Mandi bersama
Pastinya Anda tahu persediaan air di dunia ini tidak berlimpah, dan masih banyak daerah yang kekurangan air. Selesai bercinta, mandi bersama adalah pilihan yang tepat! Hemat air, dan suasana Anda dengan pasangan pun akan menjadi lebih intim.
7. Jangan bercinta di mobil
Untuk Anda si penyuka tantangan, bercinta di mobil dapat memberikan sensasi tersendiri. Namun ketika proses bercinta, pastinya Anda akan membutuhkan AC, dan akan terus menghidupkan mobil kan? Akibatnya akan banyak buangan freon dan asap knalpot yang akan terbuang ke udara bebas. Dan secara tidak langsung, Anda sudah berpartisipasi sebagai penyumbang gas rumah kaca penyebab global warming!
Ketika Anda dihadapkan pada kondisi ini, pasti banyak dari Anda yang melupakan prinsip-prinsip eco-friendly (atau bahkan tidak tahu sama sekali?). Coba deh beberapa tips dari kami! Dengan pasangan resmi Anda ya pastinya….
1. Kondom. Yes? No?
Sah-sah saja jika Anda memilih untuk menggunakan kondom sebagai pencegah kehamilan. Tapi jangan buang bekasnya ke dalam toilet. Buang saja di tempat sampah. Kondom terbuat dari latex yang berasal dari pohon karet. Jadi, pertimbangkan jika Anda mau menggunakan kondom. Dan semua orang pun sepertinya tahu, bahwa akan lebih baik jika dilakukan tanpa kondom kan…
2. Perlukah minyak pelumas?
Beberapa minyak pelumas mengandung petroleum dan parabens, yang pastinya Anda tidak akan mau jika zat-zat tersebut menyentuh organ intim Anda. Sekarang sudah banyak kok produk yang ramah lingkungan tanpa menggunakan material tersebut.
3. Di rumah saja..
Berpikir untuk melakukannya di hotel? Tidak masalah. Namun apakah Anda tahu bahwa ketika Anda menginap di hotel, Anda rata-rata akan menghasilkan 8kg karbon dioksida? Lebih baik lakukan di rumah. Anda bisa kok sedikit mendekorasi kamar untuk suasana baru yang lebih romantis..
4. Matikan lampu!
Supaya tidak membuang energi, matikan lampu saat bercinta. Jika memang Anda menginginkan suasana yang terang, lakukan saja di siang hari. Alternatif lain? Gunakan saja lilin, sekaligus yang ada aroma therapy-nya…
5. Hati-hati memilih sex toys
Acara bercinta Anda dijamin akan lebih menyenangkan! Tapi yang harus Anda perhatikan adalah bahan-bahan mainan tersebut, apakah terbuat dari silikon, plastik, atau metal yang justru bisa berbahaya bagi Anda (dan pasangan) atau tidak.
6. Mandi bersama
Pastinya Anda tahu persediaan air di dunia ini tidak berlimpah, dan masih banyak daerah yang kekurangan air. Selesai bercinta, mandi bersama adalah pilihan yang tepat! Hemat air, dan suasana Anda dengan pasangan pun akan menjadi lebih intim.
7. Jangan bercinta di mobil
Untuk Anda si penyuka tantangan, bercinta di mobil dapat memberikan sensasi tersendiri. Namun ketika proses bercinta, pastinya Anda akan membutuhkan AC, dan akan terus menghidupkan mobil kan? Akibatnya akan banyak buangan freon dan asap knalpot yang akan terbuang ke udara bebas. Dan secara tidak langsung, Anda sudah berpartisipasi sebagai penyumbang gas rumah kaca penyebab global warming!
Tuesday, June 28, 2011
Green Your Holiday!
Siapa yang tidak suka berlibur? No one! Everybody loves holiday. Tapi jangan sampai euforia liburan membuat Anda lupa untuk tetap ramah lingkungan lho... Here are the things that you can do:
1. Gunakan kendaraan yang keluaran emisi CO2nya kecil. Walaupun mobil hybrid masih jarang di Indonesia, pilihlah mobil yang gas buangnya paling sedikit. Atau, tinggalkan saja mobil Anda di rumah, gunakan kendaraan umum atau nebeng.
2. Gunakan sarana transportasi massal. Anda bisa menyewa sepeda, naik delman, naik becak, atau berjalan kaki untuk menikmati keindahan dan keunikan daerah yang kita kunjungi termasuk tempat-tempat indah yang tersembunyi.
3. Bertemanlah dengan banyak orang saat di perjalanan. Siapa tahu Anda bisa share kendaraan. Hemat emisi CO2, hemat biaya perjalanan, dan liburan pun akan semakin menyenangkan. The more the merrier!
4. Belilah makanan di kaki lima, warung, atau restoran penduduk. Hal ini dapat mengurangi emisi yang digunakan untuk mengangkut bahan makanan dari lokasi yang jauh. Anda pun bisa memberikan kontribusi langsung pada kehidupan ekonomi masyarakat lokal. Dan biasanya, makanan di warung lokal jarang yang menggunakan plastik/sterofoam.
5. Bawalah botol minuman Anda sendiri sehingga bisa diisi ulang. Tak perlu lagi beli botol minuman plastik kan?...
6. Jika Anda ingin belanja oleh-oleh untuk dibawa pulang, bawalah kantong belanja sendiri sehingga Anda mengurangi pemakaian sampah plastik.
7. Disiplinkan diri Anda dengan tidak membuang sampah sembarangan.
8. Pilih tujuan wisata yang menawarkan layanan yang lebih 'hijau' atau punya program lingkungan.
9. Dengan berlibur, Anda pasti akan banyak menggunakan toilet umum. Jika tersedia, pilih hand dryer daripada tisu kertas. Energi listrik yang dikeluarkan hand dryer lebih sedikit dibandingkan energi yang dibutuhkan dalam proses produksi tisu kertas tersebut. Hand dryer juga lebih hieginis karena angin panasnya dapat membunuh bakteri.
And we guarantee, being a responsible traveler is (more) fun!
1. Gunakan kendaraan yang keluaran emisi CO2nya kecil. Walaupun mobil hybrid masih jarang di Indonesia, pilihlah mobil yang gas buangnya paling sedikit. Atau, tinggalkan saja mobil Anda di rumah, gunakan kendaraan umum atau nebeng.
2. Gunakan sarana transportasi massal. Anda bisa menyewa sepeda, naik delman, naik becak, atau berjalan kaki untuk menikmati keindahan dan keunikan daerah yang kita kunjungi termasuk tempat-tempat indah yang tersembunyi.
3. Bertemanlah dengan banyak orang saat di perjalanan. Siapa tahu Anda bisa share kendaraan. Hemat emisi CO2, hemat biaya perjalanan, dan liburan pun akan semakin menyenangkan. The more the merrier!
4. Belilah makanan di kaki lima, warung, atau restoran penduduk. Hal ini dapat mengurangi emisi yang digunakan untuk mengangkut bahan makanan dari lokasi yang jauh. Anda pun bisa memberikan kontribusi langsung pada kehidupan ekonomi masyarakat lokal. Dan biasanya, makanan di warung lokal jarang yang menggunakan plastik/sterofoam.
5. Bawalah botol minuman Anda sendiri sehingga bisa diisi ulang. Tak perlu lagi beli botol minuman plastik kan?...
6. Jika Anda ingin belanja oleh-oleh untuk dibawa pulang, bawalah kantong belanja sendiri sehingga Anda mengurangi pemakaian sampah plastik.
7. Disiplinkan diri Anda dengan tidak membuang sampah sembarangan.
8. Pilih tujuan wisata yang menawarkan layanan yang lebih 'hijau' atau punya program lingkungan.
9. Dengan berlibur, Anda pasti akan banyak menggunakan toilet umum. Jika tersedia, pilih hand dryer daripada tisu kertas. Energi listrik yang dikeluarkan hand dryer lebih sedikit dibandingkan energi yang dibutuhkan dalam proses produksi tisu kertas tersebut. Hand dryer juga lebih hieginis karena angin panasnya dapat membunuh bakteri.
And we guarantee, being a responsible traveler is (more) fun!
Hijaukan Perangkat Elektronik Anda di Rumah
Teknologi sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia. Apalagi kalau bukan karena fungsinya yang canggih dan praktis. Rumah pun rasanya seperti rumah purba jika tanpa peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, vacum cleaner, dan masih banyak lagi.
Tidak salah jika Anda punya suatu 'ketergantungan' terhadap peralatan elektronik di rumah, namun ada beberapa hal yang harus Anda tahu. Jadilah konsumer pintar dengan tidak membuang-buang energi dari berbagai peralatan elektronik yang Anda miliki. Untuk menghindarinya, berikut beberapa tip dari kami:
1. Go rechargeable
Lima belas milyar baterai diproduksi setiap tahunnya, yang sebagian besar adalah jenis baterai disposable (sekali pakai), dan sebagian kecil dari baterai tersebut yang bisa didaur ulang. Pilih baterai yang bisa diisi ulang. Alternatifnya bisa dengan lithium-ion (Li-Ion) dan nickel metal hydride (NiMH).
2. Matikan dan cabut!
Matikan peralatan listrik jika tidak dipakai. Lepaskan juga steker dari sambungan listrik karena kondisi seperti itu masih memakan energi. Opsi 'stand by' tidak menjamin energi dari perangkat elektronik Anda terbuang sia-sia.
3. Pilih yang paling hemat energi
Sekarang sudah semakin banyak brand-brand yang mengeluarkan produk berbasis eco-friendly.
4. Jangan dibuang!
Jika Anda membeli alat elektronik baru, misalnya televisi, DVD, telepon, dan lain sebagainya, jangan buang barang lama Anda! Anda bisa melelang, atau memberikan ke lembaga-lembaga yang mau menerima barang tersebut.
5. Tidak selalu harus baru
Membeli barang second tidak buruk kok. Jika Anda teliti memilih, Anda bisa mendapatkan barang-barang yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan yang baru. Dengan membeli barang second, Anda tidak perlu khawatir energi (dan polusi) yang terbuang dalam memproduksi barang baru tersebut.
6. Rajin membersihkan
Bersihkan barang-barang elektronik Anda seperti saringan penghisap deb dan saringan AC. Saringan yang tersumbat menyebabkan motor bekerja lebih berat sehingga menggunakan lebih banyak listrik.
Banyak yang masih bisa Anda lakukan. All you have to do is finding it out, and be creative! :)
Tidak salah jika Anda punya suatu 'ketergantungan' terhadap peralatan elektronik di rumah, namun ada beberapa hal yang harus Anda tahu. Jadilah konsumer pintar dengan tidak membuang-buang energi dari berbagai peralatan elektronik yang Anda miliki. Untuk menghindarinya, berikut beberapa tip dari kami:
1. Go rechargeable
Lima belas milyar baterai diproduksi setiap tahunnya, yang sebagian besar adalah jenis baterai disposable (sekali pakai), dan sebagian kecil dari baterai tersebut yang bisa didaur ulang. Pilih baterai yang bisa diisi ulang. Alternatifnya bisa dengan lithium-ion (Li-Ion) dan nickel metal hydride (NiMH).
2. Matikan dan cabut!
Matikan peralatan listrik jika tidak dipakai. Lepaskan juga steker dari sambungan listrik karena kondisi seperti itu masih memakan energi. Opsi 'stand by' tidak menjamin energi dari perangkat elektronik Anda terbuang sia-sia.
3. Pilih yang paling hemat energi
Sekarang sudah semakin banyak brand-brand yang mengeluarkan produk berbasis eco-friendly.
4. Jangan dibuang!
Jika Anda membeli alat elektronik baru, misalnya televisi, DVD, telepon, dan lain sebagainya, jangan buang barang lama Anda! Anda bisa melelang, atau memberikan ke lembaga-lembaga yang mau menerima barang tersebut.
5. Tidak selalu harus baru
Membeli barang second tidak buruk kok. Jika Anda teliti memilih, Anda bisa mendapatkan barang-barang yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan yang baru. Dengan membeli barang second, Anda tidak perlu khawatir energi (dan polusi) yang terbuang dalam memproduksi barang baru tersebut.
6. Rajin membersihkan
Bersihkan barang-barang elektronik Anda seperti saringan penghisap deb dan saringan AC. Saringan yang tersumbat menyebabkan motor bekerja lebih berat sehingga menggunakan lebih banyak listrik.
Banyak yang masih bisa Anda lakukan. All you have to do is finding it out, and be creative! :)
Thursday, June 23, 2011
Save Ocean! How?
Laut adalah salah satu tempat terbaik untuk bertamasya. Anda bisa berjemur, berenang, dan melakukan aktivitas-aktivitas seru lainnya seperti flying fish, banana boat, surfing, diving, snorkeling, dan masih banyak lagi.
Selain menjadi tempat wisata, laut juga menjadi salah sumber makanan, bahkan sumber obat-obatan.
Mengingat penggunaan laut yang multifungsi, kita sebagai manusia harus turut menjaganya karena jika sampai rusak, kita sendiri yang akan kehilangan, dan turut mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga laut:
1. Pilih seafood yang Anda konsumsi dengan bijak. Jangan makan ikan-ikanan yang spesiesnya dilindungi.
2. Speak up! Jangan bosan-bosan berbicara dengan teman-teman Anda tentang keharusan mereka untuk ikut serta dalam menjaga laut. Atau bahkan Anda bisa bergabung atau berdiskusi bersama dengan lembaga-lembaga kelautan yang ada di sekitar Anda.
3. Jangan pernah mengambil koral-koral dari tempatnya. Atau jika Anda memang mau mengambilnya, boleh saja, dengan syarat Anda akan ikut membudidayakan koral tersebut.
4. Pastikan wisata Anda ke laut eco-friendly. Jangan menyampah di pantai karena kami pun yakin banyak disediakan wadah untuk sampah yang layak.
5. Jika Anda ke laut, parkir jauh-jauh kendaraan bermotor Anda dari kawasan pantai. Anda tidak mau jejak karbon dari knalpot mobil Anda mencemari udara sekitar pantai kan? Berjalan kaki/bersepeda lebih sehat, dan nikmatilah udara segar lautan!
So, will you try this, soon? :)
Selain menjadi tempat wisata, laut juga menjadi salah sumber makanan, bahkan sumber obat-obatan.
Mengingat penggunaan laut yang multifungsi, kita sebagai manusia harus turut menjaganya karena jika sampai rusak, kita sendiri yang akan kehilangan, dan turut mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga laut:
1. Pilih seafood yang Anda konsumsi dengan bijak. Jangan makan ikan-ikanan yang spesiesnya dilindungi.
2. Speak up! Jangan bosan-bosan berbicara dengan teman-teman Anda tentang keharusan mereka untuk ikut serta dalam menjaga laut. Atau bahkan Anda bisa bergabung atau berdiskusi bersama dengan lembaga-lembaga kelautan yang ada di sekitar Anda.
3. Jangan pernah mengambil koral-koral dari tempatnya. Atau jika Anda memang mau mengambilnya, boleh saja, dengan syarat Anda akan ikut membudidayakan koral tersebut.
4. Pastikan wisata Anda ke laut eco-friendly. Jangan menyampah di pantai karena kami pun yakin banyak disediakan wadah untuk sampah yang layak.
5. Jika Anda ke laut, parkir jauh-jauh kendaraan bermotor Anda dari kawasan pantai. Anda tidak mau jejak karbon dari knalpot mobil Anda mencemari udara sekitar pantai kan? Berjalan kaki/bersepeda lebih sehat, dan nikmatilah udara segar lautan!
So, will you try this, soon? :)
Subscribe to:
Posts (Atom)