Saturday, May 26, 2012

ESPRIT Luncurkan Koleksi Ramah Lingkungan!


Brand asal Hong Kong ini akhirnya ikut serta (seperti yang dilakukan oleh H&M, Marks & Spencer, serta Topman) dalam membuat koleksi khusus ramah lingkungan, yang diberi nama 'Recycled Collection by Esprit'.

Koleksi yang terdiri dari pakaian kasual dan denim ini menggunakan bahan sisa hasil produksi. Tak hanya itu, proses produksinya pun ramah lingkungan; dengan menggunakan 74% air dan 18% listrik yang lebih sedikit dari proses produksi garmen pada umumnya. Dan berdasarkan perusahaan tersebut, langkah ini berhasil menurunkan gas rumah kaca sampai 54% per item.

Koleksi Esprit ini merupakan hasil kolaborasi dengan Janko lam, pemenang EcoChic design Award tahun 2011. Dengan ini, Esprit ikut 'berperang' untuk mengurangi limbah tekstil dan turut mendukung produksi yang berkelanjutan dalam industri garmen dunia. Dukung!



Foto: Ecouterre

Saturday, April 28, 2012

Shwopping ala Marks & Spencer

Selalu ada perasaan menyenangkan melihat semakin banyak brand yang peduli lingkungan, seperti Marks & Spencer (M&S) yang baru-baru ini membuka toko barunya yang eco-friendly di Brick Land, London Timur. Gedungnya sendiri tertutup oleh tumpukan pakaian-pakaian yang disumbangkan, yang merepresentasikan sejumlah dua juta ton pakaian yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ingrris setiap tahunnya. Dengan berkolaborasi dengan Oxfam dan London College of Fashion, M&S memperkenalkan gagasan "shwopping:" untuk setiap pakaian yang dibeli, M&S mengharapkan para pelanggan untuk menukar salah satu barang dengan merk apapun, yang nantinya akan disumbangkan melalui lembaga Oxfam. Tujuan utamanya adalah untuk "mengumpulkan pakaian sebanyak pakaian yang telah terjual (oleh M&S)". Ide "shwopping" adalah pengurangan limbah. Brand besar asal Inggris yang punya 21 juta pelanggan setiap minggunya, juga tengah meningkatkan beberapa bidang seperti efisiensi energi, packaging, sumber makanan, dan juga konsumsi sumber daya. Other should be inspired!
M&S store at Brick Land, East London (Ecosalon)

Monday, March 5, 2012

Go Green Ala: Dominique Diyose

Foto: Dok. pribadi


"Saya bukan tipe yang ekstrim dalam menjaga lingkungan, tapi yang selalu saya terapkan adalah dengan membuang sampah pada tempatnya. Kalau memang saat itu tidak ada tong sampah, biasanya saya simpan dulu baru saya buang kalau kemudian. Pernah, saya menegur keras om saya sendiri ketika beliau mau buang botol plastik dari dalam mobil. Hahahahaha! Tapi, kadang memang sikap tegas seperti itu diperlukan".

Saturday, December 31, 2011

Bike with style!

Untuk Anda pencinta lingkungan yang hobi bersepeda (dengan mewah), rumah mode asal Italia, Gucci, mengeluarkan dua sepeda terbaru hasil kolaborasi dengan perusahaan sepeda ternama Italia, Bianchi.

Sepeda pertama yaitu berwarna putih, yaitu sepeda jenis single-speed yang cocok untuk dipakai di jalan raya atau bike to work. Sepeda ini juga dilengkapi dengan handle grip berbahan kulit, dan dibanderol seharga $6.200.


Sepeda jenis kedua diperuntukkan untuk Anda yang berjiwa petualang, yaitu sepeda carbon-fiber berwarna hitam yang cocok untuk lintasan off-road. Harga yang ditawarkan untuk sepeda ini adalah $14.000.


Kedua sepeda ini sama-sama punya desain minimalis, serta dilengkapi dengan motif signature Gucci, yaitu garis hijau-merah-hijau. Dan sebagai pelengkap, kolaborasi ini juga dilengkapi dengan beberapa aksesoris seperti tumbler, sarung tangan, dan helm.



Koleksi ini bisa dijumpai di beberapa butik Gucci di Roma, Milan, Paris, London, New York, Los Angeles, Las Vegas, Honolulu, Tokyo, Hong Kong, Seoul, dan Singapura. Sepeda Gucci yang berwarna putih juga sudah tersedia di butik Gucci di Indonesia.

Monday, October 24, 2011

Jadi Pengendara Motor Ramah Lingkungan? Mudah!

Jika Anda adalah seorang pengendara motor, atau Anda berpikir bahwa bermotor adalah hobi atau sarana transportasi, pastinya Anda sudah menyadari bahwa banyak perusahaan yang sudah ‘peka’ terhadap lingkungan. Sekarang juga sudah banyak pengendara motor yang peduli terhadap lingkungan, dan ingin mengimplementasikannya pada kendaraan mereka. Beberapa orang percaya bahwa memilih motor daripada mobil adalah salah satu cara untuk (lebih) peduli lingkungan.

Kenyataannya, sepeda motor bukan berarti ramah lingkungan
Banyak orang yang mengira bahwa motor jauh lebih ramah lingkungan karena ukurannya yang lebih kecil, yang berarti membutuhkan lebih sedikit bahan bakar untuk bisa berjalan. Irit, adalah ide utamanya. Bagaimanapun juga, polusi yang ditimbulkan dari sepeda motor masih ‘berat’

Bagi sebagian bersar perusahaan, fokus pada lingkungan adalah sesuatu yang baru
Mulai tumbuh keprihatinan akan lingkungan dari sisi konsumen sehingga banyak perusahaan sepeda motor menjadi lebih bekerja keras untuk menangani isu yang sedang mereka hadapi ini. Sebagai contoh, hampir semua perusahaan motor memutuskan untuk tidak melanjutkan produksi motor dua tak—yang menyumbangkan polusi lebih besar.

Tidak mudah untuk menjadi pengendara motor yang ramah lingkungan.
Triknya adalah bagaimana menemukan sepeda motor yang didesain untuk orang-orang yang peduli terhadap lingkungan, namun juga punya penampilan dan kecepatan yang Anda butuhkan dari sebuah kendaraan. Sementara itu, gunakan waktu Anda untuk melihat-lihat lebih lama. Biarkan dealer dan perusahaan tahu apa yang benar-benar Anda butuhkan. Sempatkanlah waktu untuk mencari tahu onderdil motor, dan pakailah uang Anda untuk sesuatu yang diproduksi lokal dan berkualitas tinggi sehingga akan tahan lama. Pikirkan juga tentang perjalanan Anda, apakah Anda lebih sering melakukan perjalanan jarak jauh, medium, atau dekat. Sesuaikan dengan modifikasi tertentu sehingga mengurangi dampak buruk untuk lingkungan.

Apapun pilihan sepeda motor Anda, pastikan Anda juga memikirkan tentang asuransi yang tepat untuk kendaraan bermotor Anda. Mementingkan lingkungan bukan berarti Anda melupakan keselamatan diri Anda sendiri kan…

Friday, October 21, 2011

50 Hewan Mati Dibunuh Akibat Ulah Si Pemilik di Ohio

Sebuah kekacauan berubah menjadi tragedy setelah seorang pemilik sebuah peternakan melepaskan hewan-hewan seperti harimau, beruang, dan monyet dari kandang ke masyarakat. Pemilik peternakan, Tery Thompson, kemudian bunuh diri.

Warga diperintahkan untuk tetap tinggal di dalam rumah dan sekolah pun ditutup untuk hari itu, sementara polisi mencari hewan-hewan yang dilepas tersebut. Tragisnya, 49 hewan ditembak mati termasuk 18 harimau Bengal dan 17 ekor singa. Sementara yang masih hidup hanya satu beruang grizzly, dua monyet, dan tiga macan tutul. Satu monyet ditemukan mati dan diasumsikan telah dimakan.

Polisi membela keputusan mereka untuk membunuh—bukannya menangkap sebagian besar hewan karena petugas tidak dilengkapi dengan senapan obat bius dan kalau itu sudah mendekati waktu malam.
Sherrif Matt Lutz mengatakan, “Jika insiden ini terjadi ketika hari masih terang, kemungkinan kami akan mampu berkeliling dan mengendalikan situasi. Namun masalah terbesar kami adalah malam hari. Saat itu kami hanya punya waktu 1 jam sebelum malam dating, dan kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan.

Tak lama kemudian, Jack Hanna (konservasionis) dating dan mencoba menyelamatkan beberapa hewan dengan menembakkan senapan obat penenang. Namun, obat penenang butuh waktu beberapa menit untuk bisa bekerja efektif. Satu harimau (masih) harus dibunuh setelah ditembakkan obat penenang, ketika dia bersikap agresif terhadap dokter hewan yang ada.

Terry Thompson memang punya sejarah panjang tentang ketidakstabilannya dan seringnya dia bersikap kejam pada hewan-hewan. Dia bahkan pernah mengancam akan mengusir hewan-hewannya tersebut karena mendapat kunjungan dari pihak yang menerima laporan bahwa hewan-hewan di peternakan tersebut diperlakukan dengan tidak adil dan kejam.

CNN telah mencatat sejarah panjang tentang penyiksaan dan hukum yang berkaitan dengan hewan. Sangat menyedihkan ketika tahu bahwa tidak ada yang bisa menindak tegas peternakan Terry atau menutup tempat tersebut sebelum tragedy tersebut berlangsung. Hewan-hewan tersebut tidak bersalah namun harus membayar dari apa yang telah dilakukan pemiliknya.

Terry Thompson seharusnya tidak diperbolehkan untuk memiliki hewan-hewan ini, khususnya setelah memperlihatkan tanda-tanda bahwa dia tidak mampu menjaga mereka semua. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi. (Ecorazzi)

Siapa pesepakbola yang paling ramah lingkungan?

Muncul pertanyaan besar, “Adakah para pesepakbola yang menunjukkan minat besar, atau memperlihatkan dirinya terlibat dalam sebuah gerakan yang pro lingkungan?"

Jika diperhatikan beberapa klub ada yang sudaha melakukan kegiatan untuk lingkungan (seperti yang dilakukan Dartford FC dan Charleston Battery’s dengan sepeda bertenaga mesin margarita), namun tidak dengan masing-masing individu dari anggota tim. Selangkah lebih maju, Gary Neville, tahun lalu mengajukan rencana kepada dewan Bolton untuk mendirikan bangunan “earth shelter” ala rumah Teletubbies seluar 8.000 kaki persegi. Rumah ini dilengkapi dengan panel solar dan turbin angin, serta arenya dipisahkan seperti tetesan air yang membentuk kelopak bunga.

Neville mendapat izin untuk meneruskan rencananya itu. “Saya benar-benar memiliki keyakinan dalam hal ini,” katanya. “Emma, istri saya, punya beberapa kekhawatiran ketika saya bilang kalau saya ingin membangun sebuah rumah yang ramah lingkungan. Namun Emma setiap hari harus isi bensin mobil kami dan juga tagihan bulanan pemakaian energy di rumah kami. Saya memutuskan dalam lima tahun bisa menjadi seseorang yang punya pengaruh dalam usaha penghematan energi untuk lingkungan.”

“Ketika proyek ini selesai, masyarakat akan berkesempatan untuk melihatnya, dan berharap mereka semua akan menyukai serta terinspirasi sehingga dapat membawa perubahan dalam kehidupan mereka. Saya bukan tipe manusia pasif yang hanya akan diam ketika melihat suatu masalah. Jika saya merasa yakin tentang sesuatu, saya termotivasi untuk berkontribusi apapun yang saya bisa. Itulah yang banyak membantu karir saya dalam dunia persepakbolaan dan itu juga adalah nilai yang saya selalu terapkan dalam hidup.”

Sayangnya untuk Neville, ada kurang lebih 100 suara lokal yang menyatakan keberatannya tentang dampak dari lanskap bangunan. Pada pertemuan final komite di Bolton Town Hall, menurut laporan dari Daily Telegraph, “Neville menghadapi para demonstran yang memegang plakat, dan duduk di dekat Neville selama 90 menit waktu diskusi.” Akhirnya, dewan menolak usulan Neville.

Mantan rekan setim Neville, Ole Gunnar Solksjaer, juga punya rencana untuk membangun rumah eco-friendly. Dia membeli Moat Cottage di Nether Alderly, Chesire pada tahun 2007. Cottage tersebut diruntuhkan dan dibangun ulang dengan menjadi sebuah mansion dengan konsep ramah lingkungan. “Pembangunan mansion bergaya Skandinavia ini meliputi panel surya, pompa yang dapat menghangatkan kolam renang dengan system siram yang bertekanan rendah”, seperti dilansir Observer tahun 2010.

Selain itu juga ada Moritz Volz, yang menggunakan sepedanya sebagai alat transportasinya menuju tempat latihan di Fulham—walaupun alasannya tidak sepenuhnya berkaitan dengan lingkungan. “Saya tidak tahan dengan antrian dan terjebak macet. Dan ini tidak pernah terjadi dengan sepeda,” katanya. “Saya juga menggunakan produk organik bila memungkinkan, tidak menggunakan tas belanja sekali pakai, dan minum air keran,” tambahnya. (Guardian)