Untuk pecinta barang-barang vintage dan secondhand (dan juga untuk para pecinta lingkungan), Anda wajib datang ke Flea Market yang diselenggarakan mulai tanggal 5 - 7 April 2013 di La Codefin, Kemang. Event yang sudah digelar sejak tahun 2012 ini punya konsep belanja 'pasar loak' yang menyenangkan.
Dengan moto: "Why do we have to buy a new one if we can reuse it?", Flea Market seolah mengajak kepada pengunjung untuk belanja sambil bertanggung jawab. Think about it, seberapa sering Anda belanja? Seberapa sering baju-baju yang Anda beli terlipat rapi di lemari, tak tersentuh, karena Anda selalu membeli fashion items baru? Nah, dengan ini, Flea Market tidak hanya menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menjual sesuatu, namun sekaligus menyelipkan kampanye bagaimana kita dapat me-reuse dan sharing dengan orang lain.
Event keempat ini terbilang spesial, karena untuk pertama kalinya diadakan Reuse Art Polaroid Exhibition yang merupakan kolaborasi antara Artmedium Store, Idealist Project, dan para seniman Indonesia, dengan konsep "Back to Basic".
To satisfy your shopping spree, akan banyak barang-barang vintage mulai dari fashion items, furnitur, vinyl, polaroid, mainan, buku, dan masih banyak lagi!
Selain itu Flea Market juga memberikan dukungan kepada para pelaku creativepreneur Indonesia, yang memiliki kreasi unik dan otentik. Mulai dari clothing girly hingga gothic, dari batik hingga edgy look, dari ilustrasi menjadi sebuah kerajinan tangan yang keren, dan masih banyak lagi! Dan tentunya sejalan dengan konsep reuse.
Berikut ini adalah beberapa foto dari Flea Market tahun lalu.
Jadi, siapkan pakaian santai dan nyaman, dan siap berpetualang untuk mencari 'harta karun' Anda di sini!
Foto: Courtesy of Flea Market
Friday, April 5, 2013
Wednesday, April 3, 2013
H&M Luncurkan Lini Eksklusif Ramah Lingkungan
Tak cukup dengan lini ramah lingkungan mereka, Conscious Collection, kini H&M juga meluncurkan koleksi Conscious Exclusive yang menyediakan partywear baik untuk pria dan wanita. Material yang digunakan antara lain kapas organik, poliester daur ulang, poliamida daur ulang, dan Tencel. Koleksi ini akan diluncurkan pada tanggal 4 April 2013 lewat website dan 140 toko mereka di seluruh dunia!
![]() |
| Courtesy of H&M |
Tuesday, April 2, 2013
Pesan Hijau dari Hotel Centara, Bangkok, Thailand
Saya mendapatkan foto-foto ini dari rekan kerja saya, Rosihan Nurdin alias Bang Han, yang baru bertugas di Bangkok, Thailand, yang menginap di Centara Hotel. Dari penuturannya, hotel ini berkonsep eco-friendly. Beberapa di antaranya bisa dilihat dari foto-foto di bawah.
Foto: Rosihan Nurdin
Wednesday, October 3, 2012
Kolaborasi Hijau Converse & Missoni
Untuk koleksi terbarunya, Converse tak ingin main-main! Dengan menggandeng Missoni (yang juga baru berkolaborasi dengan Havaianas membuat flip flop ramah lingkungan) lewat "Converse x Missoni Archive Project", lahirlah 20 one-of-a-kind sneakers yang materialnya menggunakan bahan sisa produksi Missoni.
Produk ini diresmikan saat Paris Fashion Week lalu lewat instalasinya di Colette, Paris. Kolaborasi ini sekarang dalam musim keenamnya.
Adalah Gary Card, desainer dan ilustrator asal London yang membuat motif sepatu, termasuk motif monokrom pola zigzag khas rumah mode Italia tersebut.
Produk ini merupakan limited edition, dan tersedia secara ekslusif di Colette dalam ukuran US 5 sampai 12. Atas nama craftsmanship, sepatu yang berwarna cerah dan punya sentuhan ekletik ini dihargai 400 euro per pasang.
Kalau lihat koleksinya, Anda pasti berpendapat sama dengan kami: "Wajib punya!"
Foto: Courtesy of Converse
Produk ini diresmikan saat Paris Fashion Week lalu lewat instalasinya di Colette, Paris. Kolaborasi ini sekarang dalam musim keenamnya.
Adalah Gary Card, desainer dan ilustrator asal London yang membuat motif sepatu, termasuk motif monokrom pola zigzag khas rumah mode Italia tersebut.
Produk ini merupakan limited edition, dan tersedia secara ekslusif di Colette dalam ukuran US 5 sampai 12. Atas nama craftsmanship, sepatu yang berwarna cerah dan punya sentuhan ekletik ini dihargai 400 euro per pasang.
Kalau lihat koleksinya, Anda pasti berpendapat sama dengan kami: "Wajib punya!"
Foto: Courtesy of Converse
Sunday, September 23, 2012
Damn! I Love Indonesia Goes Green!
Setelah sukses dengan kampanye "One Tee One Tree" (penggunaan bahan organik pada T-shirt, hangtag daur ulang, dan biji pohon dalam setiap baju organik) pada bulan Maret lalu, Damn! I Love Indonesia kembali membuat aksi hijau dengan meluncurkan "Organic Series" Damn! I Love Green Indonesia (DIGRI) Tote Bag pada bulan Agustus lalu.
Tote Bag ini dipastikan ramah lingkungan, yang terbuat dari bahan dasar cotton kanvas kualitas tinggi--dan sebagai bonus--dengan desain yang modern. Ya, dengan ini, Anda bisa tetap stylish dan merasa lebih baik karena peduli terhadap lingkungan.
Tersedia di gerai-gerai Damn! I Love Indonesia. So, what are you waiting for? Go green makes you feel better. Trust us!
Tote Bag ini dipastikan ramah lingkungan, yang terbuat dari bahan dasar cotton kanvas kualitas tinggi--dan sebagai bonus--dengan desain yang modern. Ya, dengan ini, Anda bisa tetap stylish dan merasa lebih baik karena peduli terhadap lingkungan.
Tersedia di gerai-gerai Damn! I Love Indonesia. So, what are you waiting for? Go green makes you feel better. Trust us!
![]() | |
| Tote Bag Damn! I Love Green Indonesia (Courtesy of Damn! I Love Indonesia) |
Wednesday, September 19, 2012
Poin Penting Vivienne Westwood
Desainer eksentrik asal Inggris, Vivienne Westwood, kembali menjadi pusat perhatian saat show-nya digelar di London Fashion Week. Lewat salah satu labelnya, Red Label, Vivienne menjadikannya sebagai sarana untuk menyuarakan tentang climate change (perubahan iklim).
Dia sendiri tampil mengenakan T-shirt yang bertuliskan 'Climate Revolution' saat finale. Menurutnya, 'perang' melawan perubahan iklim tidak lagi menyangkut si kaya dan si miskin, namun antara si bodoh dan si eco-conscious. Dunia membutuhkan revolusi dan rencana operasi.
Beberapa poin yang digadang-gadangkan Vivienne antara lain:
1. Perubahan dimulai dari penggunaan uangmu. Mungkin Anda bisa menyumbangkan kepada NGO atau badan tertentu. Atau Anda juga bisa membantu dengan cara lain
2. Kualitas vs kuantitas
3. Kurangi membeli, pilih baik-baik, dan jaga supaya awet
4. Buat makanan Anda sendiri
5. Kurangi (dengan drastis!) penggunaan plastik
6. Edukasi dan terus informasikan diri Anda sendiri
7. Pertimbangkan baik-baik jika Anda menginginkan anak, atau tidak. Berkaitan dengan kelangsungan hidup.
8. Berperan aktif dalam event yang berhubungan dengan lingkungan
9. Ikut serta dalam seni dan budaya
10. Berikan ide Anda sendiri.
Sumber: Ecouterre
![]() |
| Vivienne Westwood, Red Label 2013 Spring Collection, London Fashion Week 2012 |
Dia sendiri tampil mengenakan T-shirt yang bertuliskan 'Climate Revolution' saat finale. Menurutnya, 'perang' melawan perubahan iklim tidak lagi menyangkut si kaya dan si miskin, namun antara si bodoh dan si eco-conscious. Dunia membutuhkan revolusi dan rencana operasi.
Beberapa poin yang digadang-gadangkan Vivienne antara lain:
1. Perubahan dimulai dari penggunaan uangmu. Mungkin Anda bisa menyumbangkan kepada NGO atau badan tertentu. Atau Anda juga bisa membantu dengan cara lain
2. Kualitas vs kuantitas
3. Kurangi membeli, pilih baik-baik, dan jaga supaya awet
4. Buat makanan Anda sendiri
5. Kurangi (dengan drastis!) penggunaan plastik
6. Edukasi dan terus informasikan diri Anda sendiri
7. Pertimbangkan baik-baik jika Anda menginginkan anak, atau tidak. Berkaitan dengan kelangsungan hidup.
8. Berperan aktif dalam event yang berhubungan dengan lingkungan
9. Ikut serta dalam seni dan budaya
10. Berikan ide Anda sendiri.
Sumber: Ecouterre
Plastic Meets Natural Fiber
Apa ini... Plastik? Serat alami? Dibuat handmade oleh suku Aeta, yang merupakan salah satu suku asli Filipina, tempat sampah mini adalah gabungan dari keduanya.
Alam vs buatan manusia bisa menjadi sebuah penjajaran visual yang aneh, yaitu tempat sampah hibrida yang meleburkan cutting-edge vision dengan kerajinan dari pengrajin tradisional. Tempat sampah unik ini dibuat untuk Areaware, yang produk-produknya sendiri kebanyakan modern sekaligus unik dan edgy.
Tempat sampah ini dibuat dengan teknik tenun keranjang tradisional. Rotan yang digunakan berasal dari hutan leluhur--yang sekarang telah dibudidayakan secara komersil, untuk melindungi daerah asli mereka dari para penebang dan perusahaan pertambangan. Karya mereka ini merupakan suatu bentuk dari program fair-trade, untuk memastikan bahwa karya mereka dihargai dengan pantas, sekaligus melindungi kesejahteraan meraka.
Produk ini dihargai $45-55.
Sumber: Ecouterre
Subscribe to:
Posts (Atom)















